Sinetron Remaja: Antaraa Drama dan Realita

Sinetron remaja semakin menjamur iya di banyak stasiun TV tanah air. Percintaan antara 2 insan menjadi hal wajib dalam sinetron remaja nusantara. Ibaratnya sayur tanpa kuah! Bukan tanpa garem lagi. Jadi kalo ngga ada unsur itu ya ngga jadi. Walaupun keberadaannya menjamur tak lantas menjadi tontonan yang baik apalagi mendidik bagi generasi muda bangsa, ditambah lagi banyak adegan lebay pacaran kurang etis yang dipertontonkan.
Sinetron Remaja dan Kritik Untuk Itu
Banyaaaak banget sisi yang bisa kita kritik dari keberadaan sinetron remaja di negeri tercinta kita ini. Berikut penulis akan ulas.

Pertama
Dari cara berpakaian seragam sekolah ! Oke, gue akui ini hal yang paling keliatan sederhana tapi berdampak siknifikan untuk para pelajar. Kita bisa liat dari cara berpakaiannya yang urakan, baju dikeluarin, sepatu sporty warna-warni dan juga rok yang dipotong jadi mini ! Beda banget dengan aslinya. Di SMA gue itu yang muslim diwajibkan make rok panjang sama kerudung, iya paling kalo ada yang non-muslim diwajibin make rok panjang aja, tapi sopan itu harus. Hasil dari sinetron ini bisa menjadi teladan yang buruk. Terlihat dari banyaknya anak-anak sekolah yang ngeluarin bajunya, ngelanggar tata disiplin, dll.

Ke-ngawuran cerita
Baru-baru ini muncul sinetron yang bercerita tentang percintaan di masa SMA. Tapi lucunya nih guys adegan belajarnya dikelasnya itu ngga ada, iya ngga ada ! Pada hal latarnya sekolah, tempat menempuh pendidikan, tempat terjadi proses belajar-mengajar. Seharusnya dibuat adegan ber-isi tentang pendidikan gtu. Sederhana aja sih masukin adegan belajar-mengajar dikelas, close up murid yang aktif belajar dan bertanya dan tempatin juga ke khusyuan para pelajar menikmati buku-buku di ruang perpustakaan. Adegan pacaran yang menguasai cerita akan membuat generasi muda kita hanya memikirkan yang namanya pacaran doang ! Pacaran jadi dianggap segalanya sampe nilai ulangan ga dipedulian yang penting udah punya pacar ngga gengsi lagi. Miris bang !

Plot Cerita yang Dipaksakan
Nah, ini dia yang paling buat bete yaitu plot cerita yang dipaksakan. Misal cewe udah deket sama cowo yang dia idam-idamin, jadian putus gegara ada orang ketiga, terus jadian lagi terus keganggu lagi sama orang ketiga yang sama ! Ini pembodohan demi ratting ! Apa dia ngga mikir udah diancurin hubungannya sama orang ketiga yang sama? Entahlah mungkin dia lelah, wkwkwkwk.

Pamer Gaya Hidup Hedonis
Iya udah ngga jadi hal yang baru lagi dalam sinetron remaja tanah air kita. Ke sekolah pake mobil sport, tongkrongannya kelas wahid, sekali makan bisa abis ratusan ribu, Iphone model terbaru, bahkan tokoh yang diperankan miskin pun punya iphone model terbaru itu. Edan ! Urang ge nu kelas menengah encan kabeli nu ngarana Iphone. Ini bisa mengakibatkan anak-anak muda yang maksain keliatan kaya biar dianggep temen sepergaulan kece, akhirnya apa? Muncul fenomena cabe-cabean yang rela jual diri biar keliatan tajir ! Naudzubillah minzhalik !

Advertisements

Bertahan Tak Tersungkur Bertahan Untuk jujur

Biarkanku tetap jujur
Aku takkan kabur
Takkan jatuh tersugkur
Takkan perna semangatku luntur

Biarlah mereka terus mencaci-maki
Yang pentingku tetap hadapi
Tak kenal kata berhenti
terusku tak peduli
Walau terasa sakit didalam hati

Karena yangku cari prestasi
Bukan cari muka dengan sensasi
Lalu, waktu belajar banyak kuisi
Agar kudapat selusin prestasi

Semangat itu pasti
Tak kenal kata berhenti
Kuhadapi dengan senang hati
Tanpa mengharap upeti.

Beda Pejuang Beda Pecundang

Setiap hari pelajaran kujalani
Terkadang dapat caci-maki
Yang menghujami sanubari hati
Tapiku berusaha tak peduli

Namanya juga hidup
Dimana pintu caci-maki tak tertutup
Tapi asa ini tak akan perna redup
Pasti itu selalu ada
Dan kadang timbulkan sesak di dada

Tak akanku menyerah
Tak akanku patah arah
Kulanjutkan dengan senyum ramah
Kukuatkan ragaku yang melemah
Tuk masa depan yang lebih cerah

Ku anak kuat
Pasti bisa lewati segala rintangan yang hebat
Caci-maki biarlah lewat
Kutanggapi dengan akal sehat.