Birahi yang Tak Kau Sudahi

Hari ke hari
Mereka semuah habisi
Tuk puaskan nafsu birahi
Dengan tinggalkan keluarga sendiri

Orang tua dijadikan alat pencetak uang
Agar luwes melenggang
Di pergaulan yang jalang
Yang memperlihatkan seksisme yang membentang

Mereka ingin ke jalan yang lurus
Tapi malah terseret arus
Karena dibujuk oleh nafsu yang rakus
Oh, mereka jadi terlentar tak terurus

Cukplah aku menutup mata
Bukan menutup hati
Hidup mereka harus lebih ditata
Dan jiwa mereka harus diobati.

Lumpuh Namun Tak Rapuh

Pagi kembali sambut hari
Tak lupa kucicipi secangkir kopi
Sebagai pelengkap rutinitas pagi
Agar lebih semangat tuk jalani hari

Pergi ke sekolah bersama adik
Disanaku disambut oleh teman-teman baik
Yang menyemangatiku tuk jadi lebih cerdik
Dengan jujur tanpa cara lirik

Jujur, aku senang
Dengan mereka yaang mendorongku tuh menang
Ouh iya, aku siap tuk hadapi masa depan cemerlang
Karena didorong oleh rasa kasih sayang

Kumelangkah tanpa ragu-ragu
Tuk gapai masa depan yang maju
Dengan semangat sungguh-sungguh
Walau pun kedua kaki ini lumpuh
Namun hati ini tak perna rapuh

Aku terus-menerus belajar
Dengan semangat pemberontak yang menjalar
Suksesku tunggu dengan sabar
Walau dada ini terus berdebar-debar.

Memenuhi Gengsi

Jangan terhasut ajakan mereka
Yang mengumbar nafsu sesaat
Menggunakan embel-embel cinta
Yang didorong nurani busuk yang telah buta

Apa lagi kalau bukan pengaruh oknum media
Yang mendoktrin pikiran mereka
Dengan diiming-imingi kenikmatan roman picisan
Yang miskkin unsur pendidikan

Oh, mereka jadi latah
Karena ikut-ikutan bermewah-mewah
Dijajah rasa yang serakah
Demi memenuhi gengsi sampah

Mereka menangis
Karena persoalan sepele cinta
Namun, kami lebih realistis
Kami persiapkan diri agar masa depan lebih tertata

Uang di saku nyokap-bokap terpaksa keluar
Demi memenuhi kebutuhan pergaulan di luar
Yang boros dan dipenuhi syahwat liar

Terus-menerus memaksakan diri
Demi memenuhi gengsi
Demi diterima di pergaulan
Yang urakan

Tidak lelahkah kalian terus mengikuti arus
Sampai-sampai diri kalian tak terurus
Karena pengaruh nafsu yang rakus
Sampai-sampai dirimu haus
Akan perhatian yang tulus.