Mengadu Pada Kesendirian

Kubawa ragaku menuju kesendirian
Kubiarkan benakku lepas ke ruang hampa
Lepas dari keramaian dunia
Yang penuh dengan kepalsuan dan tipu daya

Kupeluk semesta dalam-dalam
Tuk lupakan dendam
Tuk hapuskan luka kelam
Yang selalu bersemayam

Kumengadu pada kesendirian
Yang tidak semena-mena menghakimi
Tetapi hanya membalas dengan diam sunyi
Namun dapat membuka sanubari hati

Aku keluarkan semuah rasa
Lewat aliran air mata
Yang sudah tak tertahan didalam dada
Hanya tangisan dan sayup-sayup angin yang bersuara.

Jangan Dirusak

Udaranya sejuk terasa
Pemandangannya kaya akan flora dan fauna
Meringankan mata
Yang lelah akan pemandangan kota

Burung-burung bersiul merdu
Suaranya bagaikan lagu
Yang menyentuh kalbu
Oh, aku tak ingin ini berhenti dulu

Disinilahku benar-benar menikmati
Karya tuhan yang menyentuh hati
Pengobat jiwa yang tersakiti
Semoga tak dirusak oleh orang-orang yang nuraninya mati

Jika pepohonan tak tumbuh lagi
Dan satwa-satwa sudah mati
Oleh mereka yang tak punya nurani
Kita akan makan apa nanti?

LGBT dan Kerancuan Berpikir

LGBT (Lesbian Gay Biseksual and Transgender) kembali hangat dibicarakan di berbagai media. Bukan tanpa alasan. Itu semuah karena mereka kembali gencar melakukan kampanye nya itu yang mempromosikan penyimpangan seksual.

Kenapa LGBT Bisa Dianggap menyimpang?
Pertama, perilaku mereka memang berlawanan dengan fitrah manusia. Iya, kita ambil contoh aja deh soal gay. Mereka keukeh bahwa gay adalah bawaan dari lahir. Tapi kalau kita mencoba berpikir jernih. Kita coba ambil deh ke kasus si Emon yang melakukan tindakan pencabulan kepada anak-anak dibawah umur (yang korbannya juga banyak dari kalangan anak laki-laki). Menurut pengakuannya, ia juga sempat menjadi korban pelecahan seksual saat masih kanak-kanak oleh pria dewasa. Nah, kenangan buruknya di masa lampau tersebut membuat Emon terdorong untuk melakukan perbuatan asusila tersebut. Itu aja udah menjadi bukti kalau perilaku homo itu menular. Namun tetap saja kaum LGBT menafikan hal ini. Selain itu juga kaum gay paling beresiko terkena penyakit seperti sipilis, aids, dll. Ini sudah respon tubuh yang menolak.
Transgender juga, walaupun lo ganti kelamin lo ke cewe/atau sebaliknya. Lo ngga bakal jadi cewe/atau cowo sejati. Contohnya buat transgender yang jadi cewe. Walaupun lo punya vagina, lo ngga bakal bisa memproduksi anak karena ngga punya sel ovum dan rahim, sebaliknya pun untuk transgender yang ingin jadi cowo.

LGBT dan Kerancuan Berpikir
Dan yang lebih lucu lagi nih guys. Kaum LGBT yang make nama ‘kebebasan’ saat perilakunya dikritik oleh media Republika. Malah disomasi oleh salah-satu kelompok LGBTIQ. Yang salah satu isinya begini:
3. Mengunggah permintaan maaf di media Anda (cetak dan online) dan mendedikasikan satu halaman khusus untuk menuliskan pendapat dari kelompok yang selama ini mendukung keberadaan LGBT.
Nah, berarti mereka ini memaksa agar orang lain sependapat dengan mereka. Pada hal ini bertentangan sekali dengan nilai kebebasan yang mereka anut. Faktanya emang gitu. Nah, kalo ada kaum LGBT yang bilang “lah, ngapain LGBT dilarang di Indonesia. Indonesia kan bukan negara agama,” iya emang bukan negara agama, tapi ideologi negara kita Pancasila berisi nilai-nilai ketuhanan dan keagamaan. Sila pertama: KETUHANAN YANG MAHA ESA. Ini Indonesia, negara yang berlandaskan Pancasila. Bukan negara liberal !