Penindas Juga Perampas

Mereka hanya menonton
Membungkam mulut
Saat saudaranya ditindas
Hingga hak-haknya dirampas
Bahayanya, guru pun memalingkan muka pura-pura tak tahu
Ia tertunduk putus asa sambil menunggu sesuatu

Sesuatu yang dapat membantunya
Keluar dari kubangan penindasan
Yang melumat bahagia dan kebebasan
Berharap terus berharap sambil memasang senyum palsu
Walaupun tak ada yang membantu, tak ada tempat untuk mengadu

Hingga saatna ia bangkit dan mengusap air mata
Berdiri tegap dan melawan
Ia lepaskan semuah rasa
Lewat sumpah serapah dan kepalan tangan
Hingga ia jatuh tersungkur
Semuah pecundang langsung kabur

Semuahnya berbalik peduli
Saat datag tragedi
Seolah-olah tak ada rasa bersalah
Di dalam diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s