Selfie: antara narsis dan kebersamaan palsu

Siapa sih anak muda masa kini yang ngga mengenal istilah selfie? Sudah tentu tidak. Fenomena ini pun merembet ke dalam lingkungan sekolah. Saya pun sempat mengalami hal ini. Biasanya saat jam pelajaran kosong dan semuah tugas sudah terselesaikan banyak murid yang memutuskan mencari kesibukan lain seperti selfie bareng.  Awalnya kami dipanggil untuk selfie bareng oleh si pemegang kamera HP. Jepret berkali-kali, dan pilih foto-foto yang paling bagus untuk selanjutnya di post.

Sesudah aktivitas itu usai semuah orang balik ke kesibukannya masing-masing. Ada yang iseng menggambar, mendengarkan musik dan mengecek seberapa banyak like yang didapat dari postingan foto hasil selfie bareng tadi. Ironis memang. Kebersamaan hanya terlihat di dunia maya dan dibalik kamera HP. Tapi saat di dunia nyata semuahnya asik dengan kesibukannya masing-masing. Memanggil teman hanya saat butuh pertolongan mengerjakan tugas atau sekedar menanyai tugas karena teledor tak mendengarkan peringatan guru. Semoga hal ini dapat menjadi renungan kita semuah.

Advertisements