Ulama Bermuka Dua

Ulama Bermuka Dua
Mulutmu berbusa-busa menyuruh orang lain ibadah dan sholat
Namun kau masih doyan mencela dan berbuat maksiat
Sungguh penuh tabiat bejat
Dibalik religiutas sesaat

Sholat lima waktu
Namun enggan membantu
Mereka yang sedang kesusahan
Kesana kemari mencari makan
Hina sekali memakai embel-embel agama
Untuk memoles diri agar diterima masyarakat
Yang penting dapat sanjungan dan seamplop uang

Iya aku bukan pencela agama
Apalagi seorang ulama
Aku hanya berbicara apa adanya
Tentang sebuah realita
Disekitar kita.

Ustadzah yang Suka Mencela
Mengaku seorang ustadzah
Namun lancang mencela
Sesama wanita
Yang kau anggap tak mulia
Karena bersolek dan tak memakai cadar

Kau anggap mereka tak dapat pintu surga
Namun siapa yang dapat menebak masa depan?
Kau bukan otoritas surga apa lagi perangkat tuhan
Kenapa kau begitu lancang menghardik?
Pada hal saban hari kau berdzhikir
Namun seolah-olah tahu detil-detil sebah akhir

Jagalah lisanmu
Sebelum kau berceramah kesana-kesitu
Bukannya sok menasehatimu
Aku hanya berusaha membantu.

Anak Punk
Jangan berpresangka dulu kawan
Ia memang anak punk,  berdandan nyetrik dan sangar
Tapi siapa yang tahu jika di rumah ia rajin beribah
Walaupun kesannya ia adalah bedebah

Jangan buru-buru menghakimi
Bisa jadi ia seorang yang mempunyai nurani
Dan dosa bila kita sakiti
Dengan kata-kata yang menghujami sanubari hati

Iya, kawan jangan selalu melihat penampilan luar
Ia memang sangar
Namun tak sanggup benar jika berlaku kasar
Pada binatang jalanan yang terlantar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s