Antara Desa dan Ibu Kota

Menjauh dari segala parasit benalu
Yang kebaradaannya tak membantu
Senyum mereka adalah senyum palsu
Dibalik semuah hal itu
Mereka berniat mencelakaiku

Baringkan tubuh sejenak lihat kejendela
Sambil bayangkan teman-teman lama
Yang baik tak terhingga
Berharap aku bisa cepat-cepat kesana
Dan bertemu mereka semuah
Jadi pelipur sesak di dalam dada

Tak ada yang lebih baik dari teman-teman lama dan keluarga
Yang setia menunggu di desa
Disiniku saban hari disiksa
Oleh kebejatan setan ibu kota
Yeah, aku akan kembali dan menangis bersama
Disana, di sebuah desa.

Baca Juga: Batin yang Jenuh
                     Oknum Politisi
                    

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s