Agama dan Politik

images (8)

Agama dan Politik. Sumber ilustrasi: ozziethinker.wordpress.con

Agama itu ranah pribadi
Sementara politik adalah ranah publik.

Menurut definisi nya politik adalah sebuah cara untuk merebut kekuasaan baik secara konstitusional maupun non konstitusional.

Kenapa agama dan politik pantas untuk dipisah? Karena bila agama dimasukan ke ranah politik, kebijakan yang seharusnya memihak kepentingan bersama malah jadi memihak kepentingan pribadi/golongan aja.

Plus agama hanya akan jadi “barang dagangan.” Lho kenapa bisa? Kan sudah dijelaskan politik itu cara merebut kekuasaan. Maka bila agama turut serta disitu, agama akan dijadikan alat untuk meraih simpati orang banyak lewat kampanye politik untuk melanggengkan ambisi si politisi.

Full Day School yang Membebani

image

Proses KBM di salah satu sekolah. Sumber: yayasan-bppi.or.id


Full day school, sejak awal kemunculannya memang mengundang banyak pro dan kontra.

Kubu yang bersikap pro memandang bahwa kebijakan ini bagus untuk meningkatkan kedisplinan peserta didik dan bisa menjauhkan mereka dari efek negatif pergaulan bebas.

Namun saya sebagai kubu yang kontra menolak mentah-mentah wacana full day school ini !

Pertama, full day school hanya mementingkan kuantitas waktu ketimbang kualitas waktu.

Si anak didik disuruh belajar 8 jam sehari dengan harapan mereka bisa bertambah cerdas. Namun kenyataannya itu hanya membuat mereka semakin capek dan bodoh.

Yang seharusnya menjadi perhatian Kemendikbud adalah – bagaimana caranya agar waktu KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)
bisa efektif tanpa harus mengorbankan banyak waktu.

Agar si anak didik dapat menyerap
segala ilmu yang telah diberikan
dengan optimal tanpa merasa terbebani dengan rutinitas sekolah yang bejibun jumlahnya.

Dan kedua pentingnya mengurangi jam belajar di sekolah.

Agar si anak bisa mendapat waktu istirahat yang cukup di rumah.

Jika anak sudah tak mendapat waktu istirahat yang cukup. Otomatis ia akan mudah terkena stres.

Yang imbasnya adalah mengurangnya tingkat produktifitas dalam menjalankan tugasnya sebagai pelajar.

Dan bukan hal yang tidak mungkin
bila si anak didik mencari kesenangan dengan cara yang menyimpang karena rasa jenuh dan lelahnya yang kian menumpuk.

Oke thanks banget yang udah nyempetin baca artikel saya 🙂 maaf ngga bisa mengulas mengenai full day school secara mendetail. Tapi semoga aja artikel saya kali ini bisa berkesan.

Rasa Kurang Bahagia dan Cara Mengatasinya

image

Ilustrasi orang yang sedang kelelahan dan kurang bahagia. Sumber: rd.com

Banyak dari kita yang merasa kurang bahagia dalam menjalani hidup ini. Terlepas apapun itu masalahnya.

Tolak ukur bahagia itu seperti apa? Apakah orang yang mapan dan punya pacar bisa disebut bahagia?  well, ngga juga kok.

Untuk bisa lebih bahagia, kita harus memperhatikan hal berikut:

Cara Melihat Masalah
Banyak temen gue yang punya pacar kece/bahenol plus datang dari keluarga berada tapi hidupnya hambar atau gitu-gitu aja.

Kalau menurut gue pribadi sih bahagia atau tidaknya seseorang itu bisa diliat dari bagaimana cara dia memandang masalah.

Kalau dia menganggap masalah sebagai batu sandungan buat mencapai perubahan, iya otomatis dia jadi kurang bahagia.

Sebaliknya, kalau dia melihat masalah sebagai peluang. Untuk menjadi orang yang lebih dewasa dengan belajar banyak hal dari masalah tersebut.

Maka sudah dapat dipastikan hidupnya akan menjadi lebih bahagia.

Tidak Berlebihan Berekspektasi
Boleh-boleh aja kita berekspektasi terhadap sesuatu.

Karena pada hakikatnya manusia adalah mahkluk yang selalu ingin hal lebih dan tidak perna puas.

Tapi, seyogyanya kita sebagai manusia yang arif dan bijaksana tidak berlebihan dalam melakukan apapun termasuk berekspektasi.

Saat kita berekspektasi berlebihan, kita hanya fokus bermimpi dan mengkhayal. Mengesampingkan upaya dan kerja keras.

Dan saat ekspektasi kita yang jumlahnya bejibun itu ngga terealisasikan. Kita bakal merasa galau/sedih.

Terimakasih banyak telah membaca artikel saya kali ini 🙂 kritik dan saran yang membangun saya akan sambut dengan tangan terbuka.

Sampai ketemu lagi. Kalo mau kasih emot cium juga boleh, huahaha barang kali gemes sama gue. Bye !

Mario, Persekusi dan Arogansi Ormas Agama

image

Mario dan ibunya. Sumber: bbcindonesia.con

Jujur, saya prihatin banget dengan aksi persekusi yang dilakukan oleh para anggota FPI terhadap Mario Alvian (15), anak yang masih dibawa umur.

Mario menjadi korban kekerasan arogansi ormas agama karena ia dituduh melecehkan agama Islam dan FPI (Front Pembela Islam) dengan menyebut bahwa organisasi tersebut diisi oleh orang-orang pengangguran.

Saya tidak membenarkan apa yang dilakukan Mario. Tapi merespon sarkasme dengan kekerasan adalah hal bodoh !

Para anggota ormas FPI tersebut seharusnya mengedepankan dialog dan musyawarah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Bukannya dengan melakukan kekerasan yang dilakukan dengan keroyokan. Apa lagi yang menjadi korban adalah anak dibawah umur. Yang psikologisnya bisa terguncang hebat apa bila diintimidasi dengan kekerasan.

Yang sebetulnya menista agama adalah mereka sendiri. Mereka menistakan agamanya sendiri dengan mempertonkan akhlak barbar. Pada hal Nabi Muhammad sendiri saat menyebarkan syiar agama Islam sering mendapat penolakan dan hujatan. Tapi beliau membalasnya dengan kebaikan dan kelembutan. Sayangnya orang-orang FPI ngga belajar dari hal ini.

Maka saya kira sudah sepatutnya kita menolak bungkam atas semuah kasus kekerasan yang berdalih nilai-nilai agama. Karena saat kita hanya diam, cepat atau lambat mereka akan menguasai negeri ini. Dan buat lebih banyak lagi kedzholiman atas nama tuhan.