Sensasi Picisan dan Kritik Untuk Awkarin

bukti

Bukti Awkarin mengakui perbuatannya. sumber: kaskus.co.id dari user bernama Hagihanif

Gue rasa belum terlambat untuk ngebahas soal fenomena Awkarin yang populer di dunia maya berkat sensasi yang ia buat. Baru-baru ini ia dilaporkan oleh user change.org yang bernama Donat Oreo Enak karena melecehkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Beginilah isi pernyataan pelapor di situs change.org:

“Saya mewakili seluruh rakyat Indonesia. Melaporkan atas pelanggaran yang sangat berat yang telah dilakukan karin novilda atau yang biasa dikenal aw karin. Atas pelanggaran Pelecehan Lagu Kebangsaan (http://ask.fm/awkarin/answers/135704209788 Selain itu juga banyak kejahatan yang dia lakukan seperti menipu berbagai Online Shop ( bisa di cek instagram @korbanawkarin) menghina agama (bisa di cek di @ewkarinnn.masihada) di instagram dan banyak lagi. Saya harap kita bisa bersatu bersama untuk petisi ini. Terima kasih. Mohon maaf bila nama pembuat petisi seperti itu. Saya hanya ingin menjaga privasi saya. Mohon pengertiannya.”

Sekedar info saja bahwa change.org adalah situs membuat petisi online bagi seluruh netizen di dunia untuk membuat perubahan. Banyak komentar bernada negatif dari netizen tentang perilaku Awkarin ini yang ngga patut dijadiin tauladan. Diantaranya ada komentar dari Ananda Putri yang ngga setuju yang berbunyi: “Saya mendukung karena perbuatan awkarin a.k.a karin novilda merugikan orang lain, sering berkata kasar yang tidak patut dicontoh, melecehkan lagu kebangsaan indonesia raya.”

Fenomena Awkarin, Ketika Sensasi Jadi Jalan Pintas

Awkarin atau Karin Novilda awalnya tidak dikenal publik internet. Namun seiring ia giat memposting foto-fotonya yang fashionable, vulgar dan penuh sensasi sarkasme. Menjadi populer di jaman sekarang ngga susah amat. Terlebih lagi si Karin doyan memamerkan foto vulgarnya dalam bentuk foto maupun video blog (vlog). Otomatis dia dapet perhatian lebih dari para netizen bermata keranjang dan sesaat menjadi viral di dunia maya.

Awkarin dan Efek Dominonya

Fenomena sensasi Awkarin ini bakal berefek domino dan berbahaya ! Kenapa penulis berpikir demikian? Karena kebanyakan follower Awkarin itu masih remaja dibawah umur dan berpotensi mengikutin apa yang Awkarin lakuin termasuk hal-hal yang negatifnya kaya make bocoran buat ujian, berkata-kata kasar sampe jadiin hubungan pacaran sebagai perioritas hidupnya dan mengesampingkan hal-hal lain yang lebih perlu. Ini dibuktikan dengan dia make bocoran jawaban UN karena dia lebih fokus ngurusin hubungan pacarannya.

Solusi Untuk Hal Tersebut

Iya, sebaiknya petisi ini menjadi pemerintah khusus Kementerian Komunikasi karena telah menyalagunakan internet sebagai tempat untuk mengumbar perbuatan vulgar dan pelecahan terhadap lagu wajib nasional, kalau hal ini ngga ditanggapi serius oleh pemerintah akan berefek buruk bagi generasi bangsa.

Referensi:

http://www.tribunnews.com

http://www.change.org

Baca juga:

Hobi Kecil Penuh Manfaat

Stres, Sebuah Renungan

Batin yang Jenuh

Advertisements

Wacana Naiknya Harga Rokok, Momentum Bagus?

smoking-kills

Ilustrasi. Sumber: modifylifestyle.com

Harga rokok di Indonesia yang dibawah Rp 20.000 menjadi penyebab banyaknya perokok di Indonesia terutama anak dibawah umur rokok di Indonesia. Inilah yang membuat Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Lily Sriwahyuni Susilowaty berinisiatif untuk menaikan harga rokok.

“Menurut saya untuk penyelamatannya adalah tax rokok harus ditingkatkan, harga rokok harus dimahalkan,” kata Lily di Jakarta, Jumat (3/6) dikutip dari republika.com

Selain itu juga pihak DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Indonesia menyetujui wacana ini lewat ketuanya sendiri Ade Komarudin. Ia berpendapat bahwa wacana itu sekaligus dapat mengurangi jumlah populasi perokok yang menjadi musuh bangsa.

“Saya setuju dengan kenaikan harga rokok,” kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8/2016) dikutip dari kompas.com

Opini Pribadi

Iya gue sih jelas mendukung iya wacana berani dari Lily Sriwahyuni bahwa harga rokok bakal dinaikan untuk mencegah perokok pemuka mencegah kebiasaannya. Dan dilihat dari berbagai faktor juga merokok memang merugikan banget. Dilihat dari faktor ekonomi aja nih iya harga rokok di daerah gue itu mencapai Rp 15.000 per bungkus. Kalau dikalkulasiin seminggu aja nih guys bisa nyampe Rp 105.000 ! Dan tentunya itu juga ngeganggu kesehatan karena zat karbon monoksida yang ada di dalam rokok dapat mengikat diri dengan oksigen secara permanen sehingga menghalangi pasokan oksigen ke dalam tubuh dan ini yang membuat si perokok mudah merasakan kelelahan. Penulis juga akan cantumkan zat-zat kimia berbahaya yang ada di dalam rokok:

  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.

Menaikan harga rokok adalah langkah yang briliant ! Kenapa? Karena dengan naiknya harga rokok akan menyurutkan remaja/anak-anak yang penasaran ingin mencobanya selain itu juga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai.

 

Referensi: http://www.kompas.com

                      http://www.republika.co.id

                      id.wikipedia.org

                    http://www.alodokter.com

 

Selfie: antara narsis dan kebersamaan palsu

Siapa sih anak muda masa kini yang ngga mengenal istilah selfie? Sudah tentu tidak. Fenomena ini pun merembet ke dalam lingkungan sekolah. Saya pun sempat mengalami hal ini. Biasanya saat jam pelajaran kosong dan semuah tugas sudah terselesaikan banyak murid yang memutuskan mencari kesibukan lain seperti selfie bareng.  Awalnya kami dipanggil untuk selfie bareng oleh si pemegang kamera HP. Jepret berkali-kali, dan pilih foto-foto yang paling bagus untuk selanjutnya di post.

Sesudah aktivitas itu usai semuah orang balik ke kesibukannya masing-masing. Ada yang iseng menggambar, mendengarkan musik dan mengecek seberapa banyak like yang didapat dari postingan foto hasil selfie bareng tadi. Ironis memang. Kebersamaan hanya terlihat di dunia maya dan dibalik kamera HP. Tapi saat di dunia nyata semuahnya asik dengan kesibukannya masing-masing. Memanggil teman hanya saat butuh pertolongan mengerjakan tugas atau sekedar menanyai tugas karena teledor tak mendengarkan peringatan guru. Semoga hal ini dapat menjadi renungan kita semuah.