Masyarakat Gampang Terhasut Hoax, Salah Siapa?

http://www.makanbaso.com

Ngga bisa dipungkiri bahwa banyak banget berita hoax menyebar saat ini lewat media sosial yang menyinggung masalah SARA. Dan yang lebih parahnya adalah banyak masyarakat yang percaya akan berita hoax tsb.

Lantas siapa pihak yang patut disalahkan? Tidak lain dan tidak bukan adalah sistem pendidikan. Sistem pendidikan kita yang menekankan pada hapalan dan kepatuhan buta menjadikan masyarakat (terutama generasi muda) lebih mudah termasuk info hoax.

Masyarakat kita tidak mengecheck kembali apakah berita tersebut kredibel atau tidak. Sekedar mengkonsumsi tapi ngga dicerna, sekedar memilih tapi tidak bisa memilah.

“Ouh, katanya si anu tuh bla…..bla…..bla….bla.”
“Ouh ngga nyangka iya dia bisa kaya git.”

Kurang lebih seperti itulah gambaran masyarakat kita yang lebih percaya “katanya” ketimbang “apa buktinya.”

Solusi
Solusi yang bisa kita capai adalah dengan merubah sistem pendidikan negara kita yang menekankan pada pemahaman dan berpikir kritis dari pada hapalan agar generasi muda menjadi seorang yang memiliki mindset/atau pola pikir yang maju.

Oke, sekian dulu ulasan saya kali ini. Tentunya komentar dan kritik yang membangun sangat saya harapkan dari pembaca. ūüôā

Advertisements

Stres, Sebuah Renungan

Stres, semuah orang pasti perna ngerasain stres karena tekanan hidup/tuntutan kerjaan. Sebenarnya apa sih itu stres? Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental.

Jadi stres berasal dari ketegangan dan ketegangan berasal dari cara berpikir berlebihan dan rasa cemas. Sebenernya ada cara-cara simple yang ngga susah amat tapi harus dilakuin secara continue (terus-menerus).

Meditasi Adalah Sebuah Solusi
Sepengalaman penulis bermeditasi adalah aktivitas yang jitu buat meredam/menghilangkan rasa stres. Ngga perlu lama-lama kok 10 sampe 15 menit aja udah cukup buat ngerasain manfaatnya. Penulis biasanya melakukan meditasi sambil menghitung 1 sampe 50 biar lebih fokus. 

Meditasi bisa lo lakuin di tempat yang sunyi atau minim suara seperti kamar tidur atau kamar mandi (kalau ngga bau). Duduk bersila atau di kursi juga bisa asalkan posisi punggung lo tegak dan leher lo sedikit di kebawahin. Ini berguna biar lo lebih leluasa dan nyaman dalam melakukan tarik nafas keluar nafas.

Berpikir ke Akar Masalah
Jangan mati-matian mencoba buat ngga over thinking (berpikir berlebihan) itu malah membuat lo makin dikejar over thinking lo dan pikiran lo ngga perna damai.

Sebaliknya, biarkan diri lo tenang dulu. Tarik nafas tahan selama 10 detik terus keluarin dan lakuin hal itu sedikitnya 4x aja. Sesudah itu lo mulai berpikir deh ke akar masalah.

Gue kasih contoh akar masalahnya: “aduh, gimana iya gue takut nilai ujian gue jelek nanti,”
Nanti berarti akar masalah lu adalah takut nilai ujian lo jelek. Sekarang coba lawan rasa takut lo dengan argumen ini: “gimana kalo nilai gue ngga bakal jelek? Gimana kalo justru nanti nilai gue bagus karena giat belajar dan sebelumnya juga gue perna dapet nilai yang bagus. Gue pasti sanggup ngelakuinnya !”

Ngelawan segala kemungkinan-kemungkinan jelek dengan kemungkinan-kemungkinan bagus yang bakal terjadi ngebuat diri lo lepas dan rasa cemas. Apa lagi kalau lo bisa memberi motivasi ke diri lo sendiri kaya “gue pasti bisa ngelakuin hal itu karena sebelumnya gue bisa ngelakuinnya,” bakal ngebuat lo lebih semangat lagi dalam menjalani rutinitas lo.

Mengubah Mindset/Pola Pikir
Saat lo terbebani dengan isi kepala lo yang cenderung negatif sama apa yang akan terjadi nanti/di masa depan. Ada yang harus dirubah di dalam diri lo, yaitu mindset lo !

Lo sering takut apa masa depan lo cerah atau ngga, pacar lo setia atau ngga dan apa lo itu cukup baik dimata orang-orang atau ngga.

Stop ngelakuin tindakan bodoh kaya gitu karena itu justru makin membani lo. Mulai berpikir positif dan jangan terlalu berharap, baik sama sikap pendapat orang tentang lo maupun keinginan duniawi. Terlalu banyak pengharapan bakal ngebuat makan terlalu banyak kekecewaan.

Sebaliknya lo harus mulai bersyukur dan menikmati apa yang udah lo capai dan punya. Lo fokus kedua hal itu dan ngga terlalu banyak berharap, bakal ngebuat hidup lo lebih bahagia.
Umpamanya aja gini lo ngga bahagia karena lo cuma punya sepatu converse dan belom punya sepatu adidas. Tapi seharusnya lo melihat sisi positifnya kalau lo masih punya sepatu untuk dipakai sehari-hari dan converse termasuk sepatu yang ngga kalah keren dari adidas.

Wacana Naiknya Harga Rokok, Momentum Bagus?

smoking-kills

Ilustrasi. Sumber: modifylifestyle.com

Harga rokok di Indonesia yang dibawah Rp 20.000 menjadi penyebab banyaknya perokok di Indonesia terutama anak dibawah umur rokok di Indonesia. Inilah yang membuat Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Lily Sriwahyuni Susilowaty berinisiatif untuk menaikan harga rokok.

“Menurut saya untuk penyelamatannya adalah tax rokok harus ditingkatkan, harga rokok harus dimahalkan,” kata Lily di Jakarta, Jumat (3/6) dikutip dari republika.com

Selain itu juga pihak DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Indonesia menyetujui wacana ini lewat ketuanya sendiri Ade Komarudin. Ia berpendapat bahwa wacana itu sekaligus dapat mengurangi jumlah populasi perokok yang menjadi musuh bangsa.

“Saya setuju dengan kenaikan harga rokok,” kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/8/2016) dikutip dari kompas.com

Opini Pribadi

Iya gue sih jelas mendukung iya wacana berani dari Lily Sriwahyuni bahwa harga rokok bakal dinaikan untuk mencegah perokok pemuka mencegah kebiasaannya. Dan dilihat dari berbagai faktor juga merokok memang merugikan banget. Dilihat dari faktor ekonomi aja nih iya harga rokok di daerah gue itu mencapai Rp 15.000 per bungkus. Kalau dikalkulasiin seminggu aja nih guys bisa nyampe Rp 105.000 ! Dan tentunya itu juga ngeganggu kesehatan karena zat karbon monoksida yang ada di dalam rokok dapat mengikat diri dengan oksigen secara permanen sehingga menghalangi pasokan oksigen ke dalam tubuh dan ini yang membuat si perokok mudah merasakan kelelahan. Penulis juga akan cantumkan zat-zat kimia berbahaya yang ada di dalam rokok:

  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.

Menaikan harga rokok adalah langkah yang briliant ! Kenapa? Karena dengan naiknya harga rokok akan menyurutkan remaja/anak-anak yang penasaran ingin mencobanya selain itu juga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai.

 

Referensi: http://www.kompas.com

                      http://www.republika.co.id

                      id.wikipedia.org

                    http://www.alodokter.com

 

Oknum Politisi

kumulai hari ini dengan secangkir kopi

berharap mendapat sedikit inspirasi

lalu kunyalakan televisi

kutemui lagi-lagi kasus korupsi

yang dilakuin sama oknum politisi

yang melanggar hak uang rakyat yang asasi

sejenak kumerenungi

tentang berbagai persoalan di negeri ini

yang tak kunjung mendapat solusi

berita krisis negeri seolah menjadi konsumsi sehari-hari

aku jenuh dengan setiap kasus korupsi

yang jadi beban di dalam hati

wahai para wakil rakyat

jangan ngurusin perkara maksiat

urusan perkara rakyat

diluar sana masih banyak yang melarat

gara-gara perbuatan kalian yang jahat

yang  mengaku bermartabat

Selfie: antara narsis dan kebersamaan palsu

Siapa sih anak muda masa kini yang ngga mengenal istilah selfie? Sudah tentu tidak. Fenomena ini pun merembet ke dalam lingkungan sekolah. Saya pun sempat mengalami hal ini. Biasanya saat jam pelajaran kosong dan semuah tugas sudah terselesaikan banyak murid yang memutuskan mencari kesibukan lain seperti selfie bareng.  Awalnya kami dipanggil untuk selfie bareng oleh si pemegang kamera HP. Jepret berkali-kali, dan pilih foto-foto yang paling bagus untuk selanjutnya di post.

Sesudah aktivitas itu usai semuah orang balik ke kesibukannya masing-masing. Ada yang iseng menggambar, mendengarkan musik dan mengecek seberapa banyak like yang didapat dari postingan foto hasil selfie bareng tadi. Ironis memang. Kebersamaan hanya terlihat di dunia maya dan dibalik kamera HP. Tapi saat di dunia nyata semuahnya asik dengan kesibukannya masing-masing. Memanggil teman hanya saat butuh pertolongan mengerjakan tugas atau sekedar menanyai tugas karena teledor tak mendengarkan peringatan guru. Semoga hal ini dapat menjadi renungan kita semuah.

Penindas Juga Perampas

Mereka hanya menonton
Membungkam mulut
Saat saudaranya ditindas
Hingga hak-haknya dirampas
Bahayanya, guru pun memalingkan muka pura-pura tak tahu
Ia tertunduk putus asa sambil menunggu sesuatu

Sesuatu yang dapat membantunya
Keluar dari kubangan penindasan
Yang melumat bahagia dan kebebasan
Berharap terus berharap sambil memasang senyum palsu
Walaupun tak ada yang membantu, tak ada tempat untuk mengadu

Hingga saatna ia bangkit dan mengusap air mata
Berdiri tegap dan melawan
Ia lepaskan semuah rasa
Lewat sumpah serapah dan kepalan tangan
Hingga ia jatuh tersungkur
Semuah pecundang langsung kabur

Semuahnya berbalik peduli
Saat datag tragedi
Seolah-olah tak ada rasa bersalah
Di dalam diri.

Mengadu Pada Kesendirian

Kubawa ragaku menuju kesendirian
Kubiarkan benakku lepas ke ruang hampa
Lepas dari keramaian dunia
Yang penuh dengan kepalsuan dan tipu daya

Kupeluk semesta dalam-dalam
Tuk lupakan dendam
Tuk hapuskan luka kelam
Yang selalu bersemayam

Kumengadu pada kesendirian
Yang tidak semena-mena menghakimi
Tetapi hanya membalas dengan diam sunyi
Namun dapat membuka sanubari hati

Aku keluarkan semuah rasa
Lewat aliran air mata
Yang sudah tak tertahan didalam dada
Hanya tangisan dan sayup-sayup angin yang bersuara.

Jangan Dirusak

Udaranya sejuk terasa
Pemandangannya kaya akan flora dan fauna
Meringankan mata
Yang lelah akan pemandangan kota

Burung-burung bersiul merdu
Suaranya bagaikan lagu
Yang menyentuh kalbu
Oh, aku tak ingin ini berhenti dulu

Disinilahku benar-benar menikmati
Karya tuhan yang menyentuh hati
Pengobat jiwa yang tersakiti
Semoga tak dirusak oleh orang-orang yang nuraninya mati

Jika pepohonan tak tumbuh lagi
Dan satwa-satwa sudah mati
Oleh mereka yang tak punya nurani
Kita akan makan apa nanti?

LGBT dan Kerancuan Berpikir

LGBT (Lesbian Gay Biseksual and Transgender) kembali hangat dibicarakan di berbagai media. Bukan tanpa alasan. Itu semuah karena mereka kembali gencar melakukan kampanye nya itu yang mempromosikan penyimpangan seksual.

Kenapa LGBT Bisa Dianggap menyimpang?
Pertama, perilaku mereka memang berlawanan dengan fitrah manusia. Iya, kita ambil contoh aja deh soal gay. Mereka keukeh bahwa gay adalah bawaan dari lahir. Tapi kalau kita mencoba berpikir jernih. Kita coba ambil deh ke kasus si Emon yang melakukan tindakan pencabulan kepada anak-anak dibawah umur (yang korbannya juga banyak dari kalangan anak laki-laki). Menurut pengakuannya, ia juga sempat menjadi korban pelecahan seksual saat masih kanak-kanak oleh pria dewasa. Nah, kenangan buruknya di masa lampau tersebut membuat Emon terdorong untuk melakukan perbuatan asusila tersebut. Itu aja udah menjadi bukti kalau perilaku homo itu menular. Namun tetap saja kaum LGBT menafikan hal ini. Selain itu juga kaum gay paling beresiko terkena penyakit seperti sipilis, aids, dll. Ini sudah respon tubuh yang menolak.
Transgender juga, walaupun lo ganti kelamin lo ke cewe/atau sebaliknya. Lo ngga bakal jadi cewe/atau cowo sejati. Contohnya buat transgender yang jadi cewe. Walaupun lo punya vagina, lo ngga bakal bisa memproduksi anak karena ngga punya sel ovum dan rahim, sebaliknya pun untuk transgender yang ingin jadi cowo.

LGBT dan Kerancuan Berpikir
Dan yang lebih lucu lagi nih guys. Kaum LGBT yang make nama ‘kebebasan’ saat perilakunya dikritik oleh media Republika. Malah disomasi oleh salah-satu kelompok LGBTIQ. Yang salah satu isinya begini:
3. Mengunggah permintaan maaf di media Anda (cetak dan online) dan mendedikasikan satu halaman khusus untuk menuliskan pendapat dari kelompok yang selama ini mendukung keberadaan LGBT.
Nah, berarti mereka ini memaksa agar orang lain sependapat dengan mereka. Pada hal ini bertentangan sekali dengan nilai kebebasan yang mereka anut. Faktanya emang gitu. Nah, kalo ada kaum LGBT yang bilang “lah, ngapain LGBT dilarang di Indonesia. Indonesia kan bukan negara agama,” iya emang bukan negara agama, tapi ideologi negara kita Pancasila berisi nilai-nilai ketuhanan dan keagamaan. Sila pertama: KETUHANAN YANG MAHA ESA. Ini Indonesia, negara yang berlandaskan Pancasila. Bukan negara liberal !

Gengsi Basi

Beli barang mahal
Agar memenuhi gengsi
Untuk di sebar di media sosial
Ahh, bener-bener basi

Ngga peduli lingkungan sekitar
Yang penting terus narsis dan tenar
Pada hal itu ngga benar
Tapi tetap aja lo kejar

seneng-seneng bersama para teman palsu
Manfaatin jerih-payah orang tua lu
Buat kegiatan yang ngga bermutu
Karena benak dan hatilu dikuasai nafsu

Tiap hari pamer harta
Dijajah gengsi di dada
Yang buat nurani lu buta
Buta, oleh uforia dan harta yang ada

Cepatlah sadar
Sebelum terlambat
Agar dosa kalo ngga semakin membesar
Agar nurani lo ngga jadi bejat.