Antara Desa dan Ibu Kota

Menjauh dari segala parasit benalu
Yang kebaradaannya tak membantu
Senyum mereka adalah senyum palsu
Dibalik semuah hal itu
Mereka berniat mencelakaiku

Baringkan tubuh sejenak lihat kejendela
Sambil bayangkan teman-teman lama
Yang baik tak terhingga
Berharap aku bisa cepat-cepat kesana
Dan bertemu mereka semuah
Jadi pelipur sesak di dalam dada

Tak ada yang lebih baik dari teman-teman lama dan keluarga
Yang setia menunggu di desa
Disiniku saban hari disiksa
Oleh kebejatan setan ibu kota
Yeah, aku akan kembali dan menangis bersama
Disana, di sebuah desa.

Baca Juga: Batin yang Jenuh
                     Oknum Politisi
                    

Advertisements

Batin yang Jenuh

Aku kembali membaca, menulis dan belajar
Di malam yang suntuk tak ada hiburan
Buku dan pena menjadi pengobat rasa sepi
Dikala tak ada yang memahami
Dikala mereka sibuk dengan urusan sendiri

Pada sunyinya kamar kecil ini
Aku bercerita pada batinku sendiri
Tentang semuah rasa sakit hati
Yang selalu bersemayam tanpa henti
Apa lagi ketika aku merasa sepi

Mungkin keluar melihat dunia luar
Bisa menjadi langkah besar
Untuk sembuhkan jiwa yang jenuh dan tepar
Terhadap semuah orang munafik berwatak kasar

Senyummu Itu

Iyaku kangen senyummu itu
Yang menghapus kelabu
Di dalam sanubari batinku
Yang buatkku tersipu

Kau adalah sebuah alasan
Mengapa aku bisa tersenyum seharian
Tanpa sebuah keraguan
Kusebut kau sebagai pelipur kesedihan

Dibalik jendela iniku hanya bisa bernostalgia
Tentang canda-tawa kita
Yang hanya bisaku kenang lewat kepala
Dan membebani isi dada

Penindas Juga Perampas

Mereka hanya menonton
Membungkam mulut
Saat saudaranya ditindas
Hingga hak-haknya dirampas
Bahayanya, guru pun memalingkan muka pura-pura tak tahu
Ia tertunduk putus asa sambil menunggu sesuatu

Sesuatu yang dapat membantunya
Keluar dari kubangan penindasan
Yang melumat bahagia dan kebebasan
Berharap terus berharap sambil memasang senyum palsu
Walaupun tak ada yang membantu, tak ada tempat untuk mengadu

Hingga saatna ia bangkit dan mengusap air mata
Berdiri tegap dan melawan
Ia lepaskan semuah rasa
Lewat sumpah serapah dan kepalan tangan
Hingga ia jatuh tersungkur
Semuah pecundang langsung kabur

Semuahnya berbalik peduli
Saat datag tragedi
Seolah-olah tak ada rasa bersalah
Di dalam diri.

Siulan Hati

Oke, aku fokus cari prestasi
Bukan semata cari reputasi
Karena itu akan hilang-pergi
Jangan gantungkan pada hal itu lagi

Aku ingin hilangkan segala beban
Yang ada di dalam pikiran
Agar kepala ini jadi ringan
Agar segalanya menjadi menyenangkan

Aku bukan orang yg suka cari muka
Aku tak memaksa mereka untuk suka
Dengan kepribadianku yang sederhana
Aku tetap berusaha hadapi dengan bijaksana

Kadang memang sedih terasa
Dan berlangsung lama
Tapi tak apa
Kutetap hadapi semuah
Walau bagaimanapun juga
Yang penting orang tua merasa lega

Ketika anaknya ini ceria
Tertawa bahagia
Merasa dilahirkan tanpa sia-sia.

Siulan Hati

Oke, aku fokus cari prestasi
Bukan semata cari reputasi
Karena itu akan hilang-pergi
Jangan gantungkan pada hal itu lagi

Aku ingin hilangkan segala beban
Yang ada di dalam pikiran
Agar kepala ini jadi ringan
Agar segalanya menjadi menyenangkan

Aku bukan orang yg suka cari muka
Aku tak memaksa mereka untuk suka
Dengan kepribadianku yang sederhana
Aku tetap berusaha hadapi dengan bijaksana

Kadang memang sedih terasa
Dan berlangsung lama
Tapi tak apa
Kutetap hadapi semuah
Walau bagaimanapun juga
Yang penting orang tua merasa lega

Ketika anaknya ini ceria
Tertawa bahagia
Merasa dilahirkan tanpa sia-sia

Luntung-Lantang Si Malang

Hari ini memang menentang
Membuatku sampai luntung-lantang
Membuat batinku sedikit tertendang
Oh, sungguh malang

Sulit memang selalu terasa
Namun, bukan lantasku berputus asa
Walau batinku terluka
Walau hariku dirudung duka

Iya, mau bagaimana lagi? Semuah kulakukan demi masa depan !
Yang bukan sekedar angan
Yang kelak akanku wujudkan
Walau melewati banyak rintangan

Inginku gapai apa yang aku cita
Dengan sepenuh cinta
Walauu harus terlunta-lunta
Walau hidup harus terasa derita !

Bertahan Tak Tersungkur Bertahan Untuk jujur

Biarkanku tetap jujur
Aku takkan kabur
Takkan jatuh tersugkur
Takkan perna semangatku luntur

Biarlah mereka terus mencaci-maki
Yang pentingku tetap hadapi
Tak kenal kata berhenti
terusku tak peduli
Walau terasa sakit didalam hati

Karena yangku cari prestasi
Bukan cari muka dengan sensasi
Lalu, waktu belajar banyak kuisi
Agar kudapat selusin prestasi

Semangat itu pasti
Tak kenal kata berhenti
Kuhadapi dengan senang hati
Tanpa mengharap upeti.

Realita Tak Kenal Pura-pura

Bukalah mata
Lihatlah dunia
Inilah realita
Yang jauh dari sandiwara
Jangan biarkan rasamu terpenjara

Jangan pada masalah kau lari
Segar melaju dan adapi
Ingat pada janji dan mimpi
Jangan terus kau ratapi

Apa yang kita lakukan hari ini menentukan esok
Jangan biarkan hatimu rontok
Oleh kalimat yang menohok

Jangan, jangan lari
Jadikan sebagai jalan koreksi diri
Dan biarkan dipikiran terbuka
Agar sukses cepat datang dimuka.

Tak Sudi Karena Judi

Ditinggal pergi
Didapat sepi sendiri
Berusaha tetap menikmati
Segala hal yang telah terjadi
Semata karena judi

Barulah sekarang aku teringat
Tentang pentingnya akal sehat
Yang bakal menjauhiku dari bahaya maksiat
Yang begitu terlaknat
Hinggaku hidup melarat
Sampai pala ini jadi penat

Mencoba tetap bekerja walau siang menanti
Walau susah-payah tetap kulakoni
Yang penting cari duit sendiri
Tak menunggu belas kasih
Agar mental ini makin terlatih.