Kepatuhan Buta Akan Agama

image

Ilustrasi. Sumber: shutterstock.com

Tidak heran rasanya menyatakan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami darurat intoleransi. Dari mulai kasus bom panci sampai penolakan jenazah pendukung cagub dan cawagub ahok-djarot.

Saya pun merasa ngga habis pikir apa sih yang ada dibenak para pelaku intoleran itu pikirkan sampai nekat melakukan hal sebodoh itu?

Nurut saat disuruh oleh oknum ulama untuk melakukan aksi teror dengan dalih “jihad” dan iming-iming surga. Iya, itulah kepatuhan buta !
Patuh tanpa berpikir kritis dan tanpa menimbang-nimbang konsekuensi negatif yang akan dihadapi, hanya akan berdampak buruk. Kita yang lahir di dunia dengan budaya ketimuran yang tinggi, sedari kecil sudah diajari untuk patuh secara buta tanpa dididik untuk mempertanyakan apa pun. Contoh: Kita menurut disuruh oleh guru SD kita untuk menggunting kuku kita. Tidak terpikir oleh kita dulu bahwa tidak ada sangkut pautnya antara menggunting kuku dan kualitas intelektual seorang pelajar.

Berpikir Kritis adalah Solusi
Tidak ada cara lain selain mendidik masyarakatnya (terutama pemuda) untuk menjadi manusia yang mengedepankan pola pikir kritis dengan cara merubah kurikulum pendidikan.

Merubah kurikulum yang mengedepankan hapalan dan kepatuhan buta menjadi kurikulum yang mengajak para pelajar untuk aktif mengeksplorasi, mengajukan berbagai pertanyaan, dan berinteraksi secara aktif dengan guru. Serta tidak lupa juga guru harus memberikan penjelasan yang logis dan singkat dengan bahasa yang  mudah dimengerti sesuai mata pelajaran yang menjadi kompetensinya tentang pentingnya belajar mata pelajaran tersebut. Agar siswa tidak malas dan tidak dijejali pertanyaan “kenapa sih gue harus belajar mata pelajaran ini?”

Serta tidak lupa juga guru  harus mengenalkan cara memilah informasi antara yang hoax dan yang benar, antara media objektif dan media yang hanya menyebarkan propaganda. Karena di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, memilah informasi dan bersikap kritis adalah sebuah keharusan ! Agar tidak mudah disetir dan dimanfaatkan pihak lain.

Menyebarkan Toleransi
Untuk meredam atau bahkan menghancurkan intoleransi, hal terpenting yang juga kita bisa lakukan adalah menyebarkan toleransi (lawan kata intoleransi).

Yang kita bisa lakukan untuk bisa menyebarkan toleransi adalah berbaur dengan orang-orang dengan berbagai latar belakang suku dan agama yang berbeda. Dengan berbaur dengan orang-orang yang berbeda kita akan jadi lebih memiliki pemahaman yang luas dan sudut pandang yang baru. Yang membuat
kita menjadikan kita lebih memiliki tenggang rasa dan tidak mudah dihasut memakai nama agama oleh kelompok intoleran.

Oke, gan. Terimakasih banyak untuk menyempatkan membaca artikel saya ini. Nantikan artikel lainnya di lain hari. Jangan sungkan juga untuk berkomentar iya. 🙂

Advertisements